“pengelolaan media
komunitas dengan segmen HARLEY
DAVISDSON”.
Acara yang dilaksanakan pada hari
kamis, 05-desember-2012, tepatnya jam 13.00-15.30 ini bertempat di gedung
auditorium kampus tercinta iisip Jakarta. Acara yang di kususkan untuk fakultas
komunikasi ini menampilkan narasumber jonnie rahmat selaku presiden direktur
mabua Harley Davidson. Sayangnya beliau agak sedikit melenceng dari tema yang
dipaparkan, namun beliau sempat berbagi sedikit tentang cara mengelola bisnis
yang boleh dikatakan sedikit unik dan sangat beresiko mengalami kebangkrutan,
karena bisnis motor harley Davidson di Indonesia ini bisa di katakan minoritas
dan sangat sulit di kenalkan kemasyarakat Indonesia karena termasuk barang yang
mahal, harganya sendiri berkisar 600
juta keatas, belum lagi pajak tahunan yang kurang lebih 14-15 juta rupiah
pertahun. Sebenarnya Harley Davidson di perkenalkan di Indonesia pada tahun
1920.
Mabua Harley Davidson adalah distributor resmi satu-satunya di
Indonesia, yang mendapat lisensi ISO
dari negri asal Harley davidson sendiri di amerika, nama itu jadi begitu besar karena berkat kerja keras manajemen Harley Davidson
yang selalu mengistimewakan pengguna Harley davidson. sekarang motor mewah ini dikenal dan sudah
banyak di miliki masyarakat Indonesia, Hal itu pernah dibuktikan lewat acara
pameran yang diselenggarakan di jakarta kurang lebih hampir 800 motor Harley
berjajar di sepanjang jalan ibukota dari berbagai komunitas yang tersebar di
Indonesia, dan tentu saja hal itu membuat catatan di museum recor Indonesia
(MURI).
Sampai sekarang Harley Davidson
menjadi komunitas besar di Indonesia dan
tersebar di seluruh provinsi di jawa, bali, lampung dan lain-lain, yang terdiri
dari bermacam-macam golongan dari dokter, TNI, polisi, pengusaha dan lain
sebagainya. Beliau menjelaskan tidak lah
mudah merangkul masyarakat seperti ini makanya beliau punya setrategi kusus
untuk ini, jonnie mengatakan kami tidak hanya menjual motor namun kami
memberiakan lebih dari itu, contohnya dengan cara memberikan fasilitas ekstra
kepada konsumennya seperti merangkul
pemiliknya untuk masuk ke sebuah klub yang telah terbentuk di Indonesia,
sampai-sampai dia mau untuk mengajarkan orang yang punya motor harley Davidson
namun tidak dapat mengendarainya, itu di ajarkannya sampai bisa.jadi bisa
dikatakan pemilik Harley akan seperti memiliki keluarga baru.
Kelompok pemasaran mabua Harley
Davidson belum lama ini juga membuat media komunikasi yang khusus
memperkenalkan kepada masyarkat di Indonesia, yaitu berupa majalah yang biasa
terbit dua minggu sekali, itu di peruntukan agar kelompok motor harley dan masyarakat di Indonesia lebih
mengenal motor mewah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar